KPK : 9 NILAI ANTI KORUPSI

Penulis
H.A. SAIFUL ARIF, ST, MPd
Alumni Teacher SuperCamp 2017 KPK RI


Integritas guru dipertaruhkan dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada siswa. Masa depan bangsa ditentukan oleh geberasi muda yang akan datang. Oleh sebab itu sebagai guru tentu kita dituntut tidak main-main dalam menanamkan nilai-nilai positif dan luhur. Metode penyampaian nilai-nilai tersebut bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dan teknik. Melaluhi media pembelajaran kita dapat menyampaikan pesan moral dari KPK RI yaitu 9 nilai pendidikan anti korupsi. Nilai-nilai tersebut adalah :
  1. Jujur : berkata benar sesuai yang dilihat, didengar dan dirasakan. manfaat bagi pribadi yaitu jiwa tenang, bahagia percaya diri. selamat dari fitnah dan bernilai ibadah. sementara manfaat sosial diantaranya dihargai, dihormati dan orang lain merasa nyaman.
  2. Peduli : memiliki sifat kasih sayang, empati dan keperpihakan kepada orang lain dan lingkungan. manfaat pribadi adalah kepuasan batin, dihargai, disayangii, dihormat dan disegani bahkan juga bernilai ibadah. Sedangkan fanfaat secara sosial yaitu kerukunan, saling menyanyangi, saling menghormati dan timbulnya rasa aman dan nyaman
  3. Mandiri : memiliki karakter yang kuat, tidak menggantungkan keputusan pada orang lain. Manfaat pribadi adalah percaya diri, optimis dan bernilai ibadah. Sedangkan manfaat sosial yaitu dihomati, dipercaya, tercipta lingkungan kerja yang saling mendukung satu sama lainnya.
  4. Disiplin : konsisten, tertib, menepati janjikomitmen dan taat aturan. Manfaat bagi pribadi adalah jiwa tenang, damai, bahagia, percaya diri dan terhindar dari kecemasan maupun kkekhawatiran. Manfaat sosial yaitu kehidupan teratur, harmonis, saling menghormati dan saling menghargai
  5. Tanggung Jawab : menerima segala konskuensi akibat perkataan dan perbuatan yang dilakukan berdasarkan nilai moral, atau aturan. Manfaat bagi pribadi berhati-hati dalam melakukan tindakan dan perbuatanmenghargaii waktu , mutuproduktif dan disiplin. sedangkan manfaat sosial adalah dipercaya, dihoormati dan dihargai orang lain juga bernilai ibadah
  6. Kerja Keras : melakukan upaya sungguh-sungguh hingga tercapai apa yang ditargetkan berdasarkan norma dan nilai. Manfaat bagi pribadi adalah mendapatkan kepuasan batin, mendapatkan apa yang dicita-citakan, menghargai waktu dan mutu. Manfaat sosial yaitu dipercaya, dihargai, dihormati orang lain.
  7. Sederhana : bersahaja tidak berlenih-lebihan, ikhlas dan selalu bersyukur. Manfaat pribadi adalah jiwa tenang, berpikir positif dan bernilai ibadah. Manfaat sosialnya yaitu harmonis, saling menghargai dan menghormati dan terhindar dari fitnah.
  8. Berani : memiliki karakter kuat, kemantapan hati, tidak takut untuk mengatakan yang benar, menolak ajakan yang tidak baik dan semangat juang yang tinggi. Manfaat bagi pribadi adalah percaya diri, optimis, berpeluang meraih kesuksesan dengan cara yang terhormat, dan bernilai ibadah. Sedangkan manfaat sosial yaitu menjadi teladan, disegani, dihormati, menjadi sumber inspirasi dan membuat orang lain merasa nyaman
  9. Adil : menempatkan sesuatu pada tempatnya, konsisten, selaras, seimbang dan berpegang teguh pada kebenaran. Manfaat pribadi adalah jiwa tenang, tentram, dihormati, disegani dan diteladani. Manfaat sosial yaitu dipercaya, dihormati, dicintai menciptakan kedamaian, ketentraman, kenyamanan, kesejahteraan.
Dengan pemantapan nilai-nilai di atas secara sebenar-benarnya, tentunya akan mendapatkan generasi yang super dan bisa dihandalkan menjadi sosok pemimpin masa depan. Integritas guru dalam arti yang sebenar-benarnya menjadii tumpuan harapan bagi negeri ini. Semoga nilai-nilai anti korupsi ini segera menjadi kenyataan.
Berikut contoh kegiatan pembelajarn yang dapat menanamkan nilai anti korupsi tersebut



salam smart warta ilmu >>

PENTINGNYA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

PENTINGNYA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI
Penulis
H.A. SAIFUL ARIF, ST, MPd
Alumni Teacher SuperCamp 2017 KPK RI




Semarak di berbagai media tentang kasus tindakan korupsi, bukan hal yang baru bagi masyarakat kita. Mulai dari orang tua hingga anak-anak semua tahu. Banyaknya pejabat-pejabat yang tersandung kasus korupsi hingga digelandang pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan mereka yang telah banyak merugikan keuangan negara mulai dari milyaran sampai  triliyunan seolah tiada malu melakukannya. Operasi yang dilakukan pihak KPK yang lagi ngetrend dengan  istilah yaitu Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang seakan tidak menjadikan jera para koruptor.
Fakta inilah kemudian KPK melakukan gerakan antisipasi atau pencegahan sejak dini. Sasaran yang KPK garap adalah anak-anak mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga siswa lanjutan. Kegiatan KPK mulai tahun 2015 hingga tahun 2017 sudah melakukan kerja sama dengan berbagai macam departemen antara lain Departemen Agama Repuplik Indonesia untuk mencari para guru yang kreatif dan Inovatif diajak bersama-sama dalam mengatasi masalah korupsi di negeri ini. Kegiatan yang dilakukan KPK ini diberi nama Teacher Supercamp (TSC). Tahun 2015, 2016 dan 2017 KPK  merekrut 25, 50 dan 100 guru seluruh Indonesia yang lolos seleksi lomba pembuatan aneka kreatifitas pembelajaran anti korupsi. Perlombaan yang dimaksud meliputi pertama Project learning yaitu pembuatan media pembelajaran yang terdapat nilai anti korupsi. Kedua Cergam yaitu pembuatan media pembelajaran dengan cerita bergambar yang akan meningkatkan keaktifan siswa. Ketiga Board Game yaitu pembelajaran dengan media permainan diatas papan. Keempat video yaitu membuat pembelajaran dalam bentuk film pendek yang terdapat nilai-nilai anti korupsi.
Penanaman nilai anti korupsi yang dicanangkan KPK sejak dini ada 9 nilai karakter anti korupsi yaitu Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani dan Adil. Kemudian 9 nilai karakter anti korupsi ini di kelompokkan menjadi 3 katagori lagi Nilai Inti yang terdiri jujur, disiplin dan tanggung jawab, Nilai Sikap yang terdiri adil, berani dan peduli sedangkan Nilai Etos Kerja yang terdiri kerja keras, sederhana dan mandiri. Penanaman ini diharapkan guru sebagi pioner melaluhi lembaga pendidikan sangat dianggap penting oleh pihak KPK. Alasannya karena dinegara ini kasus korupsi sangat banyak dan menjamur seperti jamur dimusim hujan sehingga KPK berasumsi sangat mustahil jika dilakukan sendiri.
Dengan metode pembelajaran menyenagkan di kelas guru diajak membuat media pembelajaran yang menantang sekaligus kreatif dan inovasi. Mengajak siswa bermain dengan menanamkan 9 nilai anti korupsi  diluar ruang kelas ternyata hasil kegiatan Team Teacher supercamp dibeberapa lembaga di wilayah Bogor bulan Nopember lalu sangat antusias dan luar biasa tanggapan masing-masing lembaga. Banyaknya kasus korupsi yang dilakukan para pejabat negara tidak terlepas dari sikap kepedulian, tanggung jawab bahkan jujur yang sekarang habis terkikis karena egois semata. Harapan 20 tahun ke depan dari kegiatan ini, melaluhi pembelajaran di lembaga pendidikan, mulai dari usia dini hingga dewasa akan menampakkan hasil yang sangat signifikan.
Berbagai gerakan-gerakan  yang dilakukan para alumni teacher supercamp dalam menanamkan 9 nilai tadi bukan isapan jempol belaka. Mulai meminta ruang khusus kepada para pemimpin daerah hingga ke tingkat propinsi untuk melakukan audensi diberbagai macam kegiatan. Bahkan ada yang do to dor ke lembaga-lembaga pendidikan mulai dari TK sampai tingkat SMA swasta maupun negeri. Sebagai contoh sahabat yang di Kalimantan menyempatkan diri memintah waktu pada seorang manager sebuah super marked untuk memberikan tausiah kepada para pegawai super market tersebut arti sebuah korupsi dengan dampak negatifnya baik di pemerintahan atau di perusahaan. Sungguh perjuangan yang luar biasa dalam melakukan pencegahan korupsi di masa mendatang.
Harapan kami selaku alumni Teacher SuperCamp 2017, ada fasilitator lain yang akan membantu suara kami untuk menyampaikan misi bahkan budaya anti korupsi seperti Media cetak atau elektronik. Karena pembentukan budaya anti korupsi ini bukan hanya tugas orang per orang, namun menjadi tugas kita bersama dalam membangunnya. Jika media atau pemangku kebijakan melihat sinis melihat gerakan ini maka bisa dipastikan negara kita akan tinggal nama di mata dunia. Kami berharap semua orang akan berani berkata "Benani, Jujur, Hebat" seperti apa yang menjadi slogan dari teman-teman KPK. Semoga tulisan sederhana ini menjadi pemicu dan pengispirasi untuk berbuat lebih baik lagi dalam mengatasi korupsi di tanah air kita. Ayo media bantu kami, fasilitasi kami, sekecil apapun pertisipasimu akan sangat berharga bahkan menjadi gunung es yang suatu hari bakal menggelindas para koruptor-koruptor bangsa ini. Semoga.

NEUROTRANSMITER

Neurotransmiter

Oleh: Zulfikri Anas
Peneliti Indonesia Bermutu,
Pembina Yayasan Perguruan Al-Iman Citayam. Bogor, dan
Bina Putera, Kopo, Serang Banten
  
Pendidikan merupakan jalan bagi kita untuk menyadari bahwa   Allah   berada di tempat terpenting dalam diri kita. Inilah sinyal yang menandakan bahwa kita terlahir sebagai manusia. Ini pula yang membuktikan   bahwa seluruh hidup kita sudah "disadap" Illahi, tak secuilpun ruang bagi kita untuk mengingkari apa yang telah kita pikirkan, ucapkan, dan lakukan. Tak secuilpun tempat tersedia bagi kita untuk bersembunyi dari kebohongan dan kepalsuan yang pernah kita lakukan.

Ketika orang-orang pintar itu mempersoalkan dasar hukum penyadapan atas dirinya atau koleganya,  dia  telah  memproklamirkan  diri  bahwa  dia  adalah  pengingkar  kodratnya  yang terlahir  sebagai manusia. Seharusnya kita bersyukur ketika perbuatan bohong atau kepalsuan kita terbukti selagi kita ada di dunia, itu artinya masih ada waktu untuk memperbaiki diri. Jalan untuk itu telah disediakan-Nya. Jalan tersebut di antaranya berupa ilmu pengetahuan. Artinya semua ilmu pengetahuan telah disediakan untuk menjadi jembatan bagi manusia untuk menuju titik terpenting itu,  tempat di mana Allah berada, yaitu di dalam diri kita.

Pada saat kita memikirkan sesuatu --baik atau buruk--, pada saat itu terjadi proses neurotransmisi  kimiawi  dalam  otak  kita.  Secara  fisik,  berdasarkan  berbagai  kajian  ilmiah tentang otak, disebutkan bahwa peristiwa ini merupakan suatu proses pelepasan neurotransmiter oleh satu neuron dan mengikat molekul neurotransmiter dengan reseptor (penerima) pada neuron lain. Neurotransmiter merupakan   senyawa organik endogenus membawa sinyal di antara neuron.

Artinya, ketika terbetik suatu pikiran tertentu, pada saat itu terjadi reaksi kimiawi di otak kita membentuk sebuah konfigurasi atau tatanan, begitulah singkat apa yang terjadi pada saat kita memikirkan sesuatu. Konfigurasi yang terbentuk akan berbeda ketika kita memikirkan sesuatu yang  baik  atau  buruk.  Proses  itu  mengakibatkan  terbentuknya  hubungan  antara  partikel- partikel yang ada dalam molekul-molekul pada otak kita membentuk sinyal-sinyal yang akan dikirim ke alamt tertentu, bisa ke mata, ke mulut, ke lidah, ke tangan, ke kaki dan sekujur tubuh kita.

Nah,  kira-kira  apa  yang  terjadi  ketika  kita  berfikir  untuk  menfitnah  seseorang?  Atau menjatuhkan vonis kepada seorang anak lalu melabeli mereka dengan kata bodoh, malas, nakal dan seterusnya? Pergerakkan neurotransmiter akan mengirim sinyal ke satu neuron ke neuron lain dan proses itu melibatkan berbagai partikel dan unsur-unsur lain dalam otak.

Secara berantai akhirnya sinyal itu sampai ke semua bagian tubuh kita. Ketika sampai di mata, matapun melotot tajam, begaimana bila sinyal itu sampai ke lidah?, lidah akan mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak enak didengar. Ketika sinyal sampai di mulut, mulutpun bergerak dalam bentuk yang sangat jelek. Sesampainya di tangan, tanganpun melayang tanpa merasa bersalah, begitu juga ketika sampai di kaki.   Seluruh unsur dalam diri kita “beradaptasi” terhadap “perintah” yang lahir dari alam pikiran kita.

Lalu, apa artinya?........



Pikiran negatif yang sengaja kita munculkan itu merupakan tindakan sadar kita untuk “membangun” sebuah tatanan berfikir yang akan mengantarkan seluruh tubuh kita untuk menjadi sosok manusia yang negatif, berkepribadian buruk, dan itu artinya kita telah dengan sengaja menggali lubang untuk diri kita sendiri, dan lubang itu yang mengantarkan kita ke dalam jurang yang paling dalam. Kemusyrikan, kekufuran, dan kemunafikkan!.

Satu hal lagi, setiap sinyal yang dikirimkan itu akan menghasilkan “jejak”, dan “jejak” yang sudah terwujud tidak akan hilang. Selamanya.

Lalu…..masihkah kita mampu tertawa pada saat orang lain “tersungkur” akibat sebuah fitnahan yang kita lontarkan?, atau masihkah kita merasa puas ketika sahabat kita sendiri tersingkir akibat kecurangan yang kita lakukan? atau mungkinkah arwah kita nanti dapat beristirahat dengan tenang di pangkuan-Nya ketika dari alam sana kita menyaksikan anak cucu kita jatuh melarat  dan  jungkir  balik  membayar  warisan  hutang  yang  kita  tinggalkan,  dan  kita  tahu sebagian dari hutang itu telah kita korup pada saat kita menduduki jabatan penting dulu? Atau bisakah kita melangkah santai sambil tersenyum manis dan bangga ketika seorang anak tersingkir dari dunia pendidikan akibat dari label yang kita berikan? Masihkah   kita merasa bangga pada saat teman kita kesakitan akibat caci maki atau umpatan, yang kita lontarkan? Atau berbahagia melihat saudara kita terjerembab akibat dendam yang kita lancarkan?.Dan seterusnya. Seterusnya.

Apa arti senyuman, tertawaan, kepuasan, kebahagiaan, dan kebanggaan yang lahir dari perbuatan yang demikian?. Tawa, puas, bahagia dan bangga bahwa kita telah berhasil menghancurkan diri kita sendiri?!!.

Kita seringkali berfikir seribu kali sebelum berbuat kebaikan kepada orang lain…….. “Masak saya yang datang untuk memaafkan dia, wong dia yang bersalah, dan dia juga lebih muda dari dari  saya,  masak  saya  yang  memulai  untuk  berbaikan…..gengsi  doong……”. Atau…..”pokoknya dia dan orang tuanya harus datang bersimpuh kepada saya untuk minta maaf, dia telah merusak harga diri saya sebagai seorang guru, dia telah melecehkan saya, awas, siapa saja yang memperlakukan anak itu dengan baik, berarti berhadapan dengan saya, sekarang baru tau apa artinya bila melecehkan saya, selamanya saya akan mengasih dia nilai “nol” di rapornya, rasain, emang enak”………”keluarkan aja anak itu, dia akan menulari yang lain, dan nama baik sekolah kita sebagai sekolah unggulan menjadi hancur…..”. Sepertinya kita tidak lagi mempercayai bahwa Allah tidak mengenal produk gagal!, lalu dengan mudah kita menvonis antar sesama.

Masihkah kita mau melakukan itu?

Kalaupun ada seseorang, atau anak murid kita telah berbuat salah dan melukai hati kita, memfitnah kita, mencurangi kita, sesungguhnya pada saat itu dia telah menerima dampak langsung dari perbuatannya itu. Ini janji Allah melalui berbagai  firman-Nya.  Allah secara tegas mengingatkan kita bahwa setiap perbuatan baik atau buruk, penerima akibat, dampak atau imbas yang pertama (sebelum ke orang lain) adalah kita.    Tidak perlu kita “hukum” mereka dengan membalas tindakannya secara negatif pula karena “hukuman” yang kita berikan justeru akan membuat perangkap bagi diri kita sendiri. Perangkap itulah yang akan mengantarkan kita masuk ke jurang yang paling dalam yang menyulitkan kita untuk bangkit dari jurang itu.

Ayat tersebut makin menguatkan keyakinan kita ketika kita mampu menangkap makna dari


pesan-pesan yang muncul dari tanda-tanda di sepanjang tahapan proses alam ciptaan Illahi. Ternyata, ketika kita melakukan sesuatu, perbuatan itu lahir dari sebuah konfigurasi sebagai akibat dari proses neurotransmisi dan berbagai proses alamiah lainnya. Proses itu akan membangun jejaring, dan jejaring itulah yang menghasilkan pola pikir, sikap, tindakan dan perilaku. Jangankan dalam bentuk tindakan negatif, masih terbetik dalam pikiran saja, kita telah melakukan pengrusakan terhadap diri kita sendiri, dan itu kita lakukan secara sengaja. Pikiran negatif yang kita bersitkan akan mewujudkan tatatan negatif dalam jejaring neuron dalam otak kita, dan semua itu akan mewarnai diri kita.

Kedua jenis firman itu saling menguatkan keyakinan kita akan kuasa dan keberadaan Illahi. Seluruh hidup kita telah “disadap” Allah.

Keyakinan yang mendalam itu muncul sebagai buah pikir luar biasa yang dikaruniakan Allah kepada kita manusia.
Masih adakah nikmat Allah yang pantas kita dustakan? Selamat berkarya, semoga bermanfaat
Jakarta, 28 Oktober 2017
Selamat merayakan Hari Sumpah Pemuda.
    

APLIKASI KOREKSI SOAL PILIHAN

Gambar Aplikasi koreksi soal MC
Memang pekerjaan yang sanagt menjengkelkan jika bentuk dan jumlahnya banyak. Apalagi belum dikejar dengan target waktu yang tepat. Bikin pusing dan mumet melihat semua persoalan tersebut. Namun bersama smart warta ilmu sdikit demi sedikit masalah-masalah seperti tersebut akan diurai satu persatu. Dalam pemeriksaan hasil ujian soal berbentuk pilihan ganda (multiple choice) sangat lama dan melibatkan banyak orang untu megoreksinya. 
Dengan aplikasi ini semoga dapat membantu sahabat guru dalam memanage persoalan koreksi. dalam apilikasi tersebut pengguna hanya mengetikkan hasil ujian pada siswa. Namun perlu diperhatikan bahwa pada penginputan hasil jawaban dibatasi satu kolom 5 jawaban dan titulis dengan huruf BALOK. maka jika jawabannya cocok maka pada layar sebelah kanan akan terdapat tanda centang warna hijau. Silahkan di unduh untuk dimanfaatkan, semoga berguna dan bermanfaat

download Aplikasi Koreksi soal MC >>>

APLIKASI PENCATAT KASUS SISWA

Aplikasi pencatat kasus siswa di kelas

Mungkin bagi guru suatu pelanggaran adalah hal yang lumrah dalam dunia pendidikan. Namun bagaimana seorang guru dapat memanage kasus per kasus secara benar dan faktual. Berikut team smart warta ilmu mencoba sedikit berbagi dalam pembuatan aplikasi kecil yang sangat sederhana, tapi Isya Allah bermanfaat. Dalam aplikasi ini guru hanya di minta untuk menginput data siswa binaannya saja. Selanjutnya tinggal mengisi kolom kebutuhan dan pendataan data pada kasus siswa.
Dalam kolom kasus guru bisa melakukan rubrik catatan kasus yang sama tetapi hanya menambahi jumlah pelanggaran yang sama pula, sehingga secara otomatis aplikasi mengalikan dengan sendirinya. Sementara pada sisi kolom yang lainnya guru juga diminta untuk menginval dengan melakukan tindakan lanjutan pada setiap jumlah point kasus yang terjadi. Namun aplikasi ini bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelas dan kebutuhan masing-masing sekolahan. Untuk mendapatkan aplikasi ini secara gratis silahkan anda unduh dan klik link dibawah ini semoga bermanfaat. Silahkan kirim fatekha buat kesuseksan kami ke depannya.

Aplikasi Pencatat Kasus siswa di kelas >>>
Buat para sahabat alumni Program Pasca sarjana S-2 Universitas Kanjuruhan, sekarang dapat menikmati video kenangan saat acara wisuda di hotel purnama Batu, Klik disini silahkan unduh sendiri. jika tidak bisa pakai bantuan IDM (internet dowlad manager) pasti dijamin ok
Check Google Page Rank
Berikan Pendapat Anda tentang WI Berikan komentar positif dan santun demi pengembangan selanjutnya, untuk partisipasi anda semua saya ucapkan Terimakasih